Friday, April 25, 2008
3:29:39 AM
Tak terasa malam pun semakin larut….tapi aku tetap saja tidak bisa tidur….aku hanya berfikir atas apa yang telah aku alami selama ini…..sebenarnya aku ingin menulis banyak tapi…pikiranku buntu…dan aku bingung harus mulai dari mana. Namun sesaat aku ingat kata-kata William Forester,”kalau kamu mau menulis ya tulis saja, jangan pernah mikir.” Kini aku mencoba dan satu-persatu aku ungkap semua kejadian yang lalu…aku coba memahami keadaanku yang hidup di belakang bayang-bayang masa laluku…sungguh payah…cemen…kenapa tetap saja tidak ada perubahan….
Memang benar…hidup di kota memang keras dan membutuhkan perjuangan yang maha dasyat untuk bertahan hidup seperti layaknya hukum rimba….siapa yang kuat dia yang akan bertahan…..dan teori Darwin pernah mengatakan bahwa populasi yang paling banyak dan kuat dia yang akan mendominasi, dan mampu untuk menguasai atas lingkungan dan habitat tempat mereka tinggal. bukan seperti aku yang tumbuh dan berkembang dalam didikan social yang tinggi…sehingga I can’t to say NO for every one sehingga aku kerapkali di manfaatin teman-temanku sendiri. karena prinsipku sendiri…aku ingin membuat orang merasa nyaman dan puas di dekatku (senang)…..walaupun itu kadang menyakitkan untukku….dan membuatku menjadi orang lain…pribadi yang selalu kubuat-buat hanya untuk sebuah eksitensi.
Aku tahu setiap manusia di dunia pastilah pernah merasakan sakit hati…begitupun aku…kerap kali aku merasa jatuh…dan sering merasakan apa itu yang namanya sakit hati. namun aku percaya hanya orang yang berjiwa satrialah yang mau memaafkan orang lain…tapi kenapa aku tidak bisa melakukannya??pengecutkah aku? Kenapa aku malah bingung sendiri atas apa yang aku telah lakukan? Siapa aku ini? Kenapa sampai sekarang aku belum bisa mengenali diriku sendiri? Semua pertanyaan diatas memaksaku untuk mengakui bahwa masa-masa yang paling menyulitkan adalah masa ketika kita mencari jati diri seperti layaknya diriku yang sampai sekarang belum bisa mencari tahu arti diriku yang sebenarnya…ironisnya…aku bahkan tak tahu sebenarnya apa yang aku inginkan dan aku cari dalam hidup ini…hal ini di karenakan karna terlalu banyak pilihan yang ditawarkan hidup untukku..sedangkan aku penuh kebimbangan dalam memilihnya…hingga sampai detik ini aku terkatung tak jelas oleh suratan takdir. Ini bukan salah siapa2 tapi aku yang terlalu perfeksionis dalam memilih…hingga semua terbengkalai dan hancur karena ketakutan akan kegagalan lagi yang munkin aku akan hadapi. Padahal sejauh yang aku tahu sesungguhnya setiap manusia memang diberi kebebasan untuk memilih. Memilih di persimpangan kecil atau besar dalam sebuah “Big Master Plan” yang telah diberikan Tuhan semenjak kita lahir.
Kadang pula untuk memperoleh eksitensi dari persahabatan yang aku inginkan membuat aku sering sibuk sendiri…sibuk menjadi seorang yang mereka inginkan, sibuk suka semua yang mereka inginkan padahal yang sebenarnya ada yang aku g suka dan ada yang aku suka yang mereka semua g suka. Walaupun ini tidak terlalu mendominasi Namun,dari sini dapat aku petik satu hal…..yang lebih penting dari sebuah selera ataupun kesukaan…yaitu kebersamaan…,menghargai pendapat semuanya, ketawa buat semuanya, sedih buat semuanya…dan aku g akan pernah lagi saklek bilang g suka sama sesuatu karna g da yang saklek dan pasti didunia semuanya berubah…everybody change…dalam lagunya keane.., dan seperti kata Albert Einstein satu-satunya yang pasti didunia ini adalah ketidakpastian.tapi…akankah mereka mengerti seperti hal yang aku maksud?? Padahal jika aku menjadi diriku sendiri maka semuanya akan semakin terasa indah.
Plato pernah bilang kalau nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan, kemapanan, dan mereka senang berada didalamnya karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai. Hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut….sepintas mereka sangat bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka g pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya…..mereka tidak punya mimpi.
Namun di jaman sekarang yang bukan jaman plato lagi…kenapa aku masih merasa hidup di jaman itu dan aku merasa menjadi bagian salah satu dari mereka yang tidak punya mimpi….padahal jauh dari dasar sana jiwaku berontak…itu bukan aku..seperti yang pernah Luther king and Martin bilang that I HAVE A DREAM…..setiap orang punya mimpi…begitupun aku…namun,YOU MAY SAY I’M A DREAMER BUT I’M NOT THE ONLY ONE (Lennon john. imagine).
Sebenarnya kalau aku bilang aku orangnya biasa-biasa saja dan teramat simple…karena bagiku yang paling penting semuanya berjalan dengan asyik dan cool.selama g da masalah…selama g da yang jauh mencampuri privasiku…selama g da yang menahan kebebasanku hidup masih bisa di bilang tenang-tenang aja….ya kalau ada yang pernah baca teori motivasinya McClelland pasti tahu bahwa sesungguhnya manusia mempunyai tiga kebutuhan yang akan memotivasinya dalam melakukan sesuatu. Ketiga kebutuhan (needs) itu adalah Needs of achievement (N-ACH), Needs of Affiliation (N-AFF), dan Needs of power (N-POW). Penjelasannya begini, orang-orang N-ACH adalah mereka yang mengutamakan achievement (prestasi) dalam memenuhi kebutuhannya. Mereka adalah pengejar prestasi yang pada akhirnya bermuara ke pengakuan dari orang sekitarnya. Orang-orang N-POW adalah mereka yang senang jika mempunyai kekuasaan atas segala sesuatu. yang dikejarnya adalah kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan Orang-orang N-AFF adalah mereka yang merasa cukup bila sudah punya banyak hubungan dengan orang lain (senengnya temenan). Dan aku adalah termasuk orang- orang N-AFF….,
Memang sulit untuk memahami karakter orang-orang disekitarku…apakah itu termasuk orang baik atau orang buruk? Bahkan ada yang di tengahnya yaitu orang yang selalu bertanya-tanya masih bingung antara baik dan jahat… Atau mungkin di belahan sana ada orang yang bingung juga seperti aku yang kerjanya selalu nanya melulu…dan mencari jawaban. Padahal aku malah berfikir orang yang selalu bertanya itu harus ada untuk variasi kehidupan. Namun kadang orang yang bingung dia berada dimana dan diantara bingungnya itu, dia juga memelihara tingkat pertanyaan yang dari dulu sama dan akan selalu ada sepanjang masa. Dari prediksi ini aku berkesimpulan bahwa orang-orang itu bisa di bagi tiga:
Pertama, seperti yang aku tahu orang baik itu seperti apa? Kadang dia Cuma melakukan hal-hal yang baik saja tanpa dia sadari, tanpa pamrih, jadi teladan dan mungkin gak perlu bertanya untuk apa dia melakukan itu.
Yang kedua, ada orang jahat yang menghalalkan berbagai cara untuk melakukan kejahatannya. Selalu merasa penting, iri, dengki, dan selalu merendahkan orang lain.
Yang ketiga, orang yang akan selalu buat pertanyaan seperti…enak tuh jadi orang kayak gitu…’aku g mau jadi orang kayak gitu…’ aku juga sama persis. Orang yang selalu mencari jawaban atas baik dan buruk, yang tahu sesuatu itu baik dan mau menjadi baik; yang tahu sesuatu itu buruk dan g pernah mau jadi orang yang buruk. Dan aku sendiri bingung…termasuk orang baik atau buruk karena aku kadang melakukan sesuatu yang baik, tapi juga pernah hilaf hingga melakukan hal yang buruk,
“Ada yang bilang, The man with the greates t soul with always face the greatest war with the low minded persons.” Yang artinya( orang-orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perang besar dengan orang-orang yang berfikiran pendek ).
Senin, 22 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar